Saturday, July 21, 2012

Catatan Akhir di Sudut Berlin

Ini adalah sebuah catatan akhir sebelum kami pulang dari Jerman. Tersimpan di notes Facebook tertanggal 15 November 2011.

Perlebergerstrasse tiba-tiba menjadi begitu sepi hari Minggu pagi itu, saat kaki melangkah pulang dari Al Falah. Sinar matahari mulai menguapkan embun dari tumpukan daun maple yang gugur. Dan tiba-tiba Berlin memberikan ruang bagiku untuk menyusuri jalan itu..... sendiri.

Dan betapa angin dingin yang menerpa wajahku menyegarkan semua kenangan di dalam kepala. Tentang sebuah perjalanan. Tentang sebuah episode kehidupan. Tentang sebuah fase. Tentang aku, Desti dan Zahra. Tentang mimpi kami dan cita-cita.

Kakiku pun berhenti di Birkenstrasse. Saat aku sejenak memejamkan mata, aku tahu di belakangku adalah satu tahun yang luar biasa. Sementara di depan ada episode lain yang menunggu. Sementara tepat di tempat aku berdiri, hati dan jiwa ku mulai menulis catatan.

Catatan indah mengenai persahabatan dengan manusia-manusia luar biasa. Catatan seru menjelajah bumi Sang Khalik. Catatan cinta, tawa dan air mata. Catatan tentang segala rencana. Dan betapa diri ini tidak pernah bisa sempurna. Namun pada akhirnya aku mencoba memahami ini semua sebagai pelajaran untuk kami mensyukuri dan memaknai hidup.

Aaah..... sungguh kami masih lemah ya Allah. Jadikan kami orang yang pandai bersabar dan bersyukur. Daratkan kami di tempat yang Engkau ridhoi, karena Engkau lah tujuan akhir kami. Jadikan semua pengalaman ini menjadi energi bagi kami untuk melanjutkan hidup kami, berlari dan berlari lagi, kapan pun, kemana pun, di planet ini untuk meraih diri-Mu.

Saat aku membuka mata......... sang matahari pun lembut menyapa lewat sinarnya yang hangat. Fay, ini adalah waktunya untuk pulang.......

Berlin, 15.11.2009

No comments: